Rekam Jejak di Cabor Sorotan Utama: Iqbal Tidak Memenuhi Syarat Menjadi Kandidat Ketua KONI NTB

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sugeng, Direktur Eksekutif Komite Investigasi Nusantara (KIN) NTB. (JD09)

Foto: Sugeng, Direktur Eksekutif Komite Investigasi Nusantara (KIN) NTB. (JD09)

Mataram, Jejakdata.com – Langkah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026–2030 menuai sorotan. Minimnya pengalaman dalam kepengurusan cabang olahraga (cabor) menjadi catatan kritis utama yang mengiringi pendaftarannya.

Direktur Eksekutif Komite Investigasi Nusantara (KIN) NTB, Sugeng, menilai Iqbal tak memiliki riwayat kepemimpinan maupun keterlibatan teknis dalam pembinaan cabor di daerah. Menurutnya, syarat pengalaman tersebut penting agar Ketua KONI memahami dinamika manajerial kejuaraan hingga persoalan atlet di lapangan.

Baca Juga :  Dugaan Kongkalikong Anggaran Sewa Mobil Listrik NTB, Jaksa Mulai Kumpulkan Bukti

“Iqbal tidak pernah mengurus dan memimpin cabor selama ini. Langkah ini terkesan memaksakan kehendak dan menabrak aturan,” ujar Sugeng dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia mendesak Iqbal mengundurkan diri dari bursa pencalonan dan berkonsentrasi pada tata kelola pemerintahan daerah.

Sugeng menambahkan, kesiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Timur membutuhkan figur yang paham substansi olahraga. “PON 2028 bukan sekadar kebijakan teknis anggaran, melainkan pembinaan cabor dan atlet. Pada sisi ini, Iqbal belum layak,” katanya.

Baca Juga :  GARDA SATU NTB: Penyelamatan Hutan dan Penertiban Tambang Ilegal Harus Berjalan Bersamaan

Iqbal resmi menyerahkan berkas pendaftaran ke Sekretariat KONI NTB untuk menantang petahana Mori Hanafi. Meski diklaim telah mengantongi dukungan dari sejumlah KONI kabupaten/kota serta Pengurus Provinsi cabor, latar belakangnya yang murni dari birokrasi terus dipersoalkan.

Di sisi lain, tim pendukung Iqbal menegaskan bahwa kapasitas manajerial dan daya tawar politik-birokrasi kepala daerah justru menjadi modal krusial. Kehadiran figur gubernur dinilai strategis untuk mengamankan dukungan anggaran daerah serta percepatan pembangunan infrastruktur olahraga menjelang PON 2028.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis
Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Harmoni Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB
KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA
Dinilai Mencekik Masyarakat, Fraksi Demokrat Keberatan Tarif Retribusi IPR Dalam Raperda
Aksi Jilid V, KPK-PD Minta Kejati dan Polda NTB Cek Fisik Bangunan Sekolah Hasil Revitalisasi di Bima
GERPOSI Minta Polda NTB Bentuk Tim Khusus Usut Dana Pokir Isvie dan Muzihir
Badko HMI Bali-Nusra Layangkan Mosi Tidak Percaya ke Kejati, Alihkan Laporan Mafia Tanah Pantai Amahami ke Polda NTB
Anggota DPRD NTB Raihan Anwar Apresiasi Kelulusan Cum Laude Dokter Spesialis Jantung dr. Ika Caesarina
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Marak Blokade Jalan di Bima-Dompu, GAKADA BIDOM Tekankan Pentingnya Polmas Humanis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dituding Menipu Jamaah Umroh di Media Sosial, Direktur PT Indah Harmoni Anugrah Laporkan Dua Akun Facebook ke Polda NTB

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:42 WIB

KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA

Selasa, 29 September 2026 - 21:23 WIB

Dinilai Mencekik Masyarakat, Fraksi Demokrat Keberatan Tarif Retribusi IPR Dalam Raperda

Sabtu, 19 September 2026 - 09:39 WIB

Aksi Jilid V, KPK-PD Minta Kejati dan Polda NTB Cek Fisik Bangunan Sekolah Hasil Revitalisasi di Bima

Berita Terbaru