Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Sebut Lentera Hati Contoh Penerapan Sistem Pendidikan Inklusif

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM – Menteri kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa, 21 Oktober 2025.

 

Dalam lawatan pertamanya, Menteri Abdul Mu’ti berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lentera Hati Islamic Boarding School. Kunjungan itu juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

 

Di sana, digelar kegiatan Sholawat Akbar yang dirangkaikan dengan Penganugerahan YAI Kegiatan penuh makna ini berlangsung khidmat di kompleks Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School.

 

Turut mendampingi Menteri Abdul Mu’ti dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh. Di antaranya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Rektor II Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., dan sejumlah tokoh lain.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan rasa bangga dan kagumnya terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di Ponpes Lentera Hati. Ia menyebut Ponpes ini sebagai contoh nyata lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan anti kekerasan.

Baca Juga :  Pelaku Seni Kecimol Geruduk DPRD Lombok Tengah, Tuntut Cabut Larangan

 

“Saya sangat berbangga bisa hadir langsung di Lentera Hati, di mana seluruh jenjang pendidikannya menerapkan sistem pendidikan inklusif — sekolah tanpa kekerasan dan bullying,” tutur Menteri.

 

Menurutnya, cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 akan semakin nyata bila seluruh lembaga pendidikan, baik pesantren maupun sekolah umum, mengadopsi sistem seperti yang dijalankan Ponpes Lentera Hati.

 

“Kami yakin generasi emas yang kita cita-citakan di tahun 2045 akan terwujud bila sistem pendidikan inklusif seperti ini dapat kita terapkan, ” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Prof. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses memuliakan manusia, baik murid, guru, maupun ilmu itu sendiri. Ia menekankan bahwa manusia memiliki empat fitrah yang harus dikembangkan seimbang: fitrah agama, fisik, akal, dan hati.

 

“Substansi pendidikan adalah bagaimana kita menempatkan manusia pada tempat yang mulia dan istimewa. Lentera Hati sudah menunjukkan hal itu, ” jelasnya.

 

Sebagai penutup, Menteri berharap Ponpes Lentera Hati dapat menjadi pelopor pendidikan inklusif di NTB dan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.

 

“Kami berharap Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School bisa menjadi pelopor pendidikan inklusif di NTB, ” pungkasnya.

Baca Juga :  Kecanduan Judi Online Tak Kenal Tempat: Tiga Remaja SMP di Mataram Nekat Bermain Slot di Atas Sepeda Motor

 

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Mudirul Aam Ponpes Lentera Hati, Prof. Muazar Habibi atau yang akrab disapa Abah Muazar, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kehadiran langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam perayaan tersebut.

 

“Kami atas nama keluarga besar Ponpes Lentera Hati Islamic Boarding School merasa bangga dan bahagia, Pak Yai Menteri berkesempatan hadir pada acara ini,” ujarnya dengan penuh rasa haru.

 

Abah Muazar menegaskan bahwa kehadiran Menteri bukan sekadar simbolis, tetapi membawa makna historis bagi kemajuan pendidikan di NTB, khususnya di Ponpes Lentera Hati yang dikenal menerapkan sistem pendidikan inklusif di seluruh jenjangnya.

 

“Ponpes Lentera Hati adalah satu-satunya pesantren di NTB yang menerapkan sistem pendidikan inklusif di semua tingkatan. Hingga saat ini, kami telah menampung lebih dari 1.300 peserta didik dari berbagai daerah di NTB,” ungkapnya.

 

Ia berharap kehadiran Menteri dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih terhadap pengembangan sistem pendidikan inklusif yang diterapkan di pesantrennya.

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusdiansyah: Klaim Refly Harun Soal “Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah” Distorsi Pertimbangan MK
KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA
Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Menginspirasi, Adelia Putri Yuspiani Pelajar Asal Kaltim Ukir Segudang Prestasi Nasional
Dukung Konservasi TNGR, Unram Latih Mitra Resort Sembalun Monitoring Sampah Berbasis Digital
Prodi PPKn Universitas Mataram Dorong SDGs melalui Program “PPKn Naik Kelas”
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Rusdiansyah: Klaim Refly Harun Soal “Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah” Distorsi Pertimbangan MK

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:42 WIB

KSBSI NTB Desak Ponpes Imam Safi’i Bima Bayar Pesangon Guru Berdasarkan Putusan MA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen

Jumat, 25 September 2026 - 20:29 WIB

Menginspirasi, Adelia Putri Yuspiani Pelajar Asal Kaltim Ukir Segudang Prestasi Nasional

Berita Terbaru

Foto: Caca Handika, SPD., MPD. Ketua Umum Badko HMI Bali-Nusra(Dok.Istimewa)

Opini

Membongkar Ketimpangan di Balik Mimpi Bima Bermartabat

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:17 WIB