Diguyur Hujan dan Badai, IMPERIUM NTB Ungkap Jejak 15 Nama yang Diduga Diselamatkan dalam Skandal DPRD NTB

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jejakdata, Mataram- 28 November 2025. Jum,at malam, suasana jalan langko tak seperti biasa, sambaran petir, hujan deras disertai angin kencang, seakan pertanda alam tidak ridho kepada para penghuni lembaga penegak hukum di Nusa Tenggara Barat.

Kondisi demikian tidak menyurutkan semangat anak-anak muda dan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Hukum (IMPERIUM), berdiri tenda kecil tempat mereka berteduh ditengah derasnya hujan dan cahaya lilin menembus ruang gelap gedung Kejaksaan Tinggi, seakan membakar jiwa jahat penegak hukum yang tebang pilih, menyasar dan menindas yang lemah mengangkat dan dilindungi yang beruang.

Aksi Jilid 9, gerakan mereka menyisakan pertanyaan besar yang belum dijawab aparat penegak hukum, kemana perginya 15 nama yang disebut-sebut ikut menikmati aliran dana Pokir? Mengapa hingga kini hanya tiga orang yang dijerat, padahal pola dugaan korupsi yang terungkap menunjukkan indikasi keterlibatan lebih luas?

Di lapangan, aksi tersebut jauh dari sekadar demonstrasi biasa.
Ia berubah menjadi panggung pembongkaran dugaan praktik kotor yang selama ini hanya beredar sebagai bisik-bisik publik.

Baca Juga :  Gelar Jumpa Pers, HIPMI PT NTB Soroti Politisasi Mahasiswa Sekaligus Beri Pesan Menohok untuk Tiyo Ardianto

Ketua DPD IMPERIUM NTB, Muhammad Ramadhan, menyebut bahwa Kejaksaan Tinggi NTB diduga menyimpan daftar nama yang belum disentuh, meski indikasi keterlibatan mereka telah lama beredar.

“Tiga orang sudah ditangkap. Artinya pola, jalur, dan modus sudah diketahui. Lalu kenapa 15 nama lain seperti hilang dari radar penyidik? Ada apa? Siapa yang menahan proses ini?” seru Ramadhan.

Penetapan tersangka terhadap Acip, Hamdan Kasim, dan IJU hanya dianggap permukaan dari gunung es. Bagi IMPERIUM NTB, langkah Kejati itu bahkan justru membuka celah besar, jika tiga terlibat, mustahil mereka bergerak sendiri dalam skema dugaan penyelewengan dana Pokir yang diduga rapi dan berlapis.

Jejak investigasi lapangan yang dihimpun mahasiswa memperlihatkan pola yang sama. Banyak proposal, titik proyek, dan alur anggaran Pokir yang tidak mungkin diatur oleh satu-dua tangan saja. IMPERIUM NTB menuding adanya struktur yang lebih besar, yang hingga kini belum tersentuh.

Baca Juga :  Gelombang Petisi di Car Free Day Udayana, KEPAK NTB Dorong Hakim Tipikor Panggil Gubernur NTB

“Masyarakat bukan bodoh. Modus berjamaah itu jelas. Kalau Kejati berhenti pada tiga nama, publik patut bertanya, siapa yang sedang dilindungi?” kata Ramadhan.

IMPERIUM NTB juga mempertanyakan lambannya progres penanganan kasus ini, yang mereka nilai membuka ruang bagi intervensi politik di balik layar. Menurut mereka, pola perlindungan semacam ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan menunjukkan adanya tarikan kepentingan besar di tubuh DPRD NTB.

“Pokir itu uang rakyat, bukan kas gelap elite. Setiap rupiah yang hilang adalah hak publik yang dirampas. Kalau 15 nama itu benar ikut menikmati, kenapa belum dijerat?” tegasnya.

Aksi Jilid 9 menandai pergeseran, dari sekadar protes menjadi tekanan investigatif publik. IMPERIUM NTB berjanji untuk membuka setiap celah, menelisik setiap jejak, dan mendesak Kejati NTB untuk tidak berhenti pada permukaan kasus.

Mereka menutup aksi kemah keadilan dengan ultimatum, “Ini belum selesai. Kami akan kembali dengan data lebih kuat jika Kejati tetap diam. Tidak ada yang kebal hukum.”(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK
Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan
Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai
Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB
Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi
SMP 4 Palibelo & SMP 6 Satap Monta Diseret, KPK-PD Tuntut Polda NTB Usut Tuntas Dana Revitalisasi
Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun
Kebakaran Desa Sade Lombok Tengah, Wagub NTB Turun Lokasi dan Salurkan Bantuan
Berita ini 227 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 00:55 WIB

Diduga Intervensi Proyek Daerah, Peran Anak Bupati Bima Didesak Diusut KPK

Rabu, 2 September 2026 - 15:30 WIB

Selamatkan Petani NTB dari Kerugian Massal, BARDAM NUSA Minta Harga Acuan Bawang Merah Segera Ditetapkan

Rabu, 2 September 2026 - 14:38 WIB

Polemik Usulan Sekwan Dompu: Badko HMI Adukan Manuver Enam Fraksi ke Pengurus Pusat Partai

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Bicara Mendunia, Jalan Menderita: HMI Cabang Bima Kritik Arah Pembangunan NTB

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Hasil Musorprov XIII KONI NTB Gagal Tetapkan Ketum Baru, KONI Pusat Resmi Ambil Alih Organisasi

Berita Terbaru