Pemenang Tender Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara Rp250 Miliar Didemo Mahasiswa di Kementrian PU

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen: Kemenangan PT.BGPU dinilai cacat hukum, Mahasiswa mendesak agar diusut tuntas.
Dokumen: Kemenangan PT.BGPU dinilai cacat hukum, Mahasiswa mendesak agar diusut tuntas.

Jakarta, Jejakdata.com – Proyek Sekolah Rakyat (SR) merupakan salah satu program unggulan Prabowo -Gibran, Masuk dalam Proyek strategis nasional (PSN). Dalam pagu anggaran kementrian Pekerjaan Umum, Proyek SR Lombok Utara NTB, senilai Rp250 Miliar itu bersumber APBN 2025.

Proyek tersebut di bawah Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis NTB. Proses tender proyek PSN ini, dilaksanakan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Nusa Tenggara Barat.

Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Penyelamat APBN (GMPPA) menyoroti secara serius terkait proses tender proyek bersumber APBN ini.
GMPPA mneduga ada skandal dalam proses lelang proyek yang bernilai jumbo tersebut.
Mereka, menduga kuat ada manipulasi dokumen lelang, sebagai syarat tender.
GMPPA menduga ada rekayasa dalam dokumen penawaran yang disampaikan peserta pemenang lelang.

“PPK dan panitia tender BP2JK kami duga ada main mata dengan pemenang tender,” ujar
Patahudin selaku koordinator GMPPA, pada Jejakdata.com, Selasa (9/6/26).

Berdasarkan penelusuran Jejakdata.com menyebutkan, tender proyek RS tersebut, dimulai, pemgumuman pascakulifikasi
sejak 18 Oktober 2025, pukul 18.00 wib.
Download dokumen pemilihan oleh panitia, menurut jadwal tanggal pada 13 Oktober 2025, mengalami penundaan dua kali hingga 30 Oktober 2025, pukul 10.30 wib. Pemberian penjelasan atau amwizing, panitia melakukannya, pada tanggal 20 Oktober 2025, dari pukul 08.00 hingga pukul 13.15 Wib.

Baca Juga :  Suharto: SWRO Mahal, Gili Trawangan Butuh Pipa Bawah Laut


Selanjutnya, Upload dokumen penawaran mengalami penundaan sebanyak tiga kali.
Berdasarkan jadwal awal upload dokumen penawaran tercantum tamggal 20 Oktober 2025 pukul 13.16, namun tertunda hingga 30 Oktober 2025 pukul 10.35.

Pembukaan dokumen penawaran dilakukan panitia di hari yang sama pada tanggal 30 Oktober 2025, dari pukul 10.30 hingga 11.00.
Dalam proses pembukaan dokumen penawaran ini panitia hanya membutuhkan waktu setengah jam, untuk 5 peserta lelang.


Tender ini, dikuti oleh sebanyak 5 peserta (perusahaan), 2 dari kalangan swasta, dan 3 peserta dari kalangan BUMN.

Berdasarkan hasil koreksi aritmatik, satu perusahaan dari kalangan swasta tersebut, bertengger di nomor urut 1 yakni, PT. Budigraha Perkasa Utama), dengan nilai penawaran Rp. 241.975.367.495,35,33.
Sedangkan, dari kalangan swasta lain berada di nomor urut 2 yaitu PT. Widya Satria, dengan nilai penawaran Rp. 242.626.312.039,96. Dan, tiga perusahaan kalangan BUMN berada di urutan 3,4,5 yakni, PT Hutama Karya (Persero) nilai penawaran Rp. 248.176.016.035,00., PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk nilai penawaran Rp. 249.684.982.000,00., PT. Waskita Karya (Persero) Tbk nilai penawaran Rp.249.708.208.000,00.

Masuk ke tahap evaluasi dokumen penawaran,mencakup Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga. Dalam tahap ini lanitia melakukan penundaan sebanyak 12 kali, evaluasi di mulai pada tanggal 30 Oktober 2025 pukul 11.01 hingga Tanggal 2 Pebruari 2026 pukul 14.00. Untuk, pembuktian Kualifikasi mengalami 3 kali penundaan, dari tanggal 2 Februari 2026 14:01 hingga 3 Februari 2026 pukul 11.00 wib. Setelah itu, pada tahap penetapan pemenang lelang hingga penandatanganan kontrak pantia BP2JK NTB melakukan perubahan jadwal masing – masing 10 kali.

Baca Juga :  Komisioner BPKN: Kebijakan Energi Prabowo Kian Berpihak ke Konsumen, Mutu BBM hingga Layanan Listrik Jadi Sorotan

Penetapan pemenang, pada tanggal 2 Pebruari 2026 pukul 14.01, hingga 3 pebruari 2026 pukul 11.00 wib. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 3 Pebruari 2026 pukul 11.29 wib. Kemudian massa sanggah, peserta lelang diberi kesempatan 6 hari dari tanggal 3 Pebruari 2026 hingga 9 Pebruari 2026 pukul 10.31 wib.

Sementara itu, dari data yang diperoleh jejakdata.con, tender ini berhasil demenangkan oleh peserta lelang berasal dari pihak swasta yaitj, PT. Budigraha Perkasa Utama dengan nilai kontrak Rp.241.975.367.495.35. Untuk dikethui, bahwa pada selasa 9 Juni 2026 kemarin, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Penyelamat APBN (GMPPA), melakukan aksi unjukrasa di kantor Kementrian PU. Usai aksi unjukrasa berlangsung, sejumlah aktivis GMPPA melakukan hearing dan dialog dengan
pihak pejabat Kementrian PU.

Usai menyampaikan 7 poin tuntutan, GMPPA, berjanji akan melalukan aksi lanjutan, ke Kejaksaan Agung RI, maupun ke KPK untuk mengadukan masalah dugaan kecurangan tender. Selain itu, GMPPA juga mensinyalir adanya dugaan praktik monopoli di BP2JK NTB. Kehadiran sejumlah aktivis GMPPA, diterima di bagian Dirjen Cipta Karya PU.

“Apabila proses tender telah dimanipulasi sejak awal, maka kualitas pembangunan yang
dihasilkan berpotensi bermasalah dan
masyarakat akan menjadi korban utama,” tegas aktivis GMPPA dalam dialog di Dirjen Cipta Karya, Selasa (9/6/26). (JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Ungkap Riwayat Kuliah di UGM hingga Alasan Laporkan Roy Suryo dan dr Tifa
Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang
Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging
Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror
Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?
Diperiksa KPK, Ini Alasan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik
Soroti Penyadapan Ilegal Presiden, HMI MPO Mataram Cium Dugaan Keterlibatan Aktor Intelektual
Skandal Penyadapan Presiden Memanas! Listyo Sigit dan Eks Ajudan Prabowo Masuk Daftar Tersangka
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:04 WIB

Jokowi Ungkap Riwayat Kuliah di UGM hingga Alasan Laporkan Roy Suryo dan dr Tifa

Kamis, 5 November 2026 - 11:21 WIB

Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang

Rabu, 4 November 2026 - 23:07 WIB

Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging

Rabu, 4 November 2026 - 22:14 WIB

Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror

Rabu, 4 November 2026 - 19:04 WIB

Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?

Berita Terbaru