Suharto: SWRO Mahal, Gili Trawangan Butuh Pipa Bawah Laut

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suharto, Anggota DPRD NTB Daerah Pemilihan (Dapil) Lombok Barat-Lombok Utara.(JD09)

Foto: Suharto, Anggota DPRD NTB Daerah Pemilihan (Dapil) Lombok Barat-Lombok Utara.(JD09)

Mataram, Jejakdata.com – Krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan, Lombok Utara, selama sepekan terakhir mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD NTB, Suharto.

Politikus NasDem itu menilai pemerintah perlu mencari solusi jangka panjang. Menurutnya, penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dikelola PT Tiara Cipta Nirwana bersama PDAM Amerta Dayan Gunung membutuhkan biaya operasional tinggi.

“Selama menggunakan SWRO mahal jatuhnya. Karena butuh energi listrik dan membran,” kata Suharto di Mataram, Jumat (11/9/2026).

Suharto mendorong pemerintah mengkaji pembangunan pipa bawah laut dari daratan Lombok Utara menuju kawasan 3 Gili. Ia menilai sistem tersebut berpotensi lebih efisien untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.

Baca Juga :  Resmi di Lantik, Ketua Umum HMI Cabang Mataram Tekankan Untuk Menjaga Semangat Keislaman dan Kebangsaan.

“PLN saja bisa memasang kabel bawah laut, kenapa pipa air tidak bisa?” ujarnya.

Menurut Suharto, pemerintah dapat menggandeng PDAM, BUMD, investor, dan pemerintah pusat untuk merealisasikan pipanisasi tersebut.

Ia juga menyoroti gangguan pasokan air yang terjadi ketika suplai SWRO dihentikan. Menurut informasi yang diterimanya, sejumlah hotel sempat terganggu operasionalnya karena pasokan air tidak mencukupi.

Suharto menyebut tarif air SWRO yang diterimanya mencapai sekitar Rp20 ribu per meter kubik. Karena itu, ia meminta pemerintah membandingkan biaya SWRO dengan pembangunan dan pengoperasian pipa bawah laut.

Baca Juga :  Damai Diteken, Perkara Dicabut: Kuasa Hukum Pelapor Pastikan Sengketa Tanah Efan Limantika Berakhir Lewat RJ

“Kalau biaya SWRO tinggi, otomatis harga air yang dibayar masyarakat dan pengusaha juga tinggi. Pemerintah harus hadir,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah segera membuat feasibility study untuk menguji kelayakan pipanisasi dari daratan Lombok Utara.

Selain persoalan biaya, Suharto meminta aspek lingkungan turut dikaji, termasuk dampak pengambilan air secara terus-menerus di kawasan pulau kecil.

“Tidak bisa terus-terusan hanya mengandalkan SWRO. Pemerintah harus mencari solusi yang murah, aman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Ungkap Riwayat Kuliah di UGM hingga Alasan Laporkan Roy Suryo dan dr Tifa
Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang
Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging
Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror
Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?
Diperiksa KPK, Ini Alasan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik
Skandal Penyadapan Presiden Memanas! Listyo Sigit dan Eks Ajudan Prabowo Masuk Daftar Tersangka
Jangan Ada Negara dalam Negara! Rusdiansyah Desak Usut Tuntas Isu Penyadapan Presiden
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:04 WIB

Jokowi Ungkap Riwayat Kuliah di UGM hingga Alasan Laporkan Roy Suryo dan dr Tifa

Kamis, 5 November 2026 - 11:21 WIB

Mengejutkan! Jokowi Pamerkan Dokumen Ijazah di Hadapan Hakim dan Roy Suryo, Ini Momen di Ruang Sidang

Rabu, 4 November 2026 - 23:07 WIB

Hutan RTK 01 Rinjani Diduga Terus Dijarah, ITK Desak Kejati NTB Bongkar Mafia Illegal Logging

Rabu, 4 November 2026 - 22:14 WIB

Wahyu Hadiningrat Pimpin Penangkapan Listyo Sigit Prabowo, Ini Rekam Jejak Sang Jenderal dari Reserse, Siber hingga Antiteror

Rabu, 4 November 2026 - 19:04 WIB

Istana Belum Tahu Dalang Penyadapan Prabowo, Siapa yang Mengincar Percakapan Presiden?

Berita Terbaru