Sekretaris Komisi V DPRD NTB Turun Gunung dari Gedung Kejati, Babak Baru Skandal Dana Siluman Kian Terbuka

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jejakdata, Mataram- Gelombang pemanggilan para legislator kembali mengguncang DPRD NTB. Hari ini, Sitti Ari, SP, politisi Partai PPP dari Dapil Lombok Tengah yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat & Pemberdayaan Perempuan, tampak keluar dari Gedung Kejaksaan Tinggi NTB setelah dimintai keterangan oleh penyidik.

Sitti Ari yang mengenakan busana bernuansa pastel dengan kerudung senada, ke luar dari ruang pemeriksaan bersama dua orang Wakil Ketua DPRD NTB dan Nadirah Al Habsyi. Kemunculan keempatnya memantik perhatian publik dan awak media yang sejak pagi memantau perkembangan kasus dugaan skandal Dana Siluman yang diduga kuat melibatkan banyak pihak di parlemen daerah.

Pemanggilan hari ini menandai babak lanjutan dari pengusutan  suap dan gratifikasi yang selama ini disebut-sebut menggemparkan publik NTB dengan pengembalian oleh beberapa anggota DPRD ke Kejati NTB mencapai 2 Miliar dan Kejati NTB Telah menetapkan 3 Orang Tersangka yaitu Saudara Indra Jaya Usman, M. Nasibh Ikroman dan Hamdan Kasim.

Baca Juga :  Rombongan Fraksi ABNR (PAN) Diperiksa, Kejati Maraton Periksa 45 Angota DPRD NTB Dalam Kasus Dana Pokir Siluman.

Keempatnya merupakan anggota DPRD NTB aktif periode 2024–2029 dan diduga memiliki hubungan erat dengan skema gratifikasi yang kini menyeret puluhan koleganya.

Sitti Ari, yang selama ini dikenal vokal dalam isu pemberdayaan perempuan dan program kesejahteraan rakyat, enggan memberikan komentar detail. Ia hanya memilih diam dibelakang H.Muzihir dan Lalu Wirajaya.

Sedangkan Nadirah Al Habsyi, langsung jalan lolos sambil memalingkan wajahnya dari kerumunan wartawan tanpa memberikan jawaban apapun menuju tempat parkiran.

Wakil Ketua I, H. Lalu Wirajaya menyampaikan bahwa dirinya hadir dalam kapasitas sebagai saksi dan menghormati proses hukum yang berjalan, memberikan keterangan tambahan terkait kasus Pokir siluman yang menyeret tiga sahabat kami, ungkapnya.

Baca Juga :  Polsek Gunungsari Kawal Ketat Shalawat Akbar HSN 2025 di Lentera Hati

Wakil Ketua III H.Muzihir juga menyampaikan, kami dipanggil hari ini dalam kapasitas sebagai saksi dan memberikan keterangan tambahan, hanya itu, ujarnya.

“Yang diperiksa hari ini ada sekitar 15 orang, dan mereka masih diperiksa diatas ruangan penyidik” kata H.Muzihir.

Sementara itu, penyidik Kejati NTB masih merahasiakan perkembangan pemeriksaan. Namun intensitas pemanggilan pimpinan dan anggota DPRD NTB sejak pekan pekan ini mengindikasikan bahwa penyidik mulai masuk pada fase krusial, mengurai siapa yang memerintahkan, Siapa yang Menyediakan Anggaran, siapa yang Membagikan, dan siapa yang menikmati aliran anggaran “siluman” tersebut.

Jejakdata.com akan terus mengikuti perkembangan kasus besar yang kini menjadi sorotan seluruh masyarakat NTB.(JD09)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG
Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari
Trump Buang Jejak China Sebelum Pulang, Diplomasi atau Paranoia Politik?
Proyek Irigasi Inpres BBWS NT I di Dompu Dilaporkan ke Polda NTB, Dugaan Penyimpangan Disorot
Gelombang Petisi di Car Free Day Udayana, KEPAK NTB Dorong Hakim Tipikor Panggil Gubernur NTB
Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik
KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD
Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur
Berita ini 253 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:43 WIB

Korban Alami Cacat Permanen, Garda Satu Soroti Lambannya Respons Satgas MBG

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:02 WIB

Lamar Kerja di Facebook, Mahasiswi Disekap dan Diperkosa 3 Hari

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:37 WIB

Trump Buang Jejak China Sebelum Pulang, Diplomasi atau Paranoia Politik?

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:57 WIB

Proyek Irigasi Inpres BBWS NT I di Dompu Dilaporkan ke Polda NTB, Dugaan Penyimpangan Disorot

Minggu, 26 April 2026 - 11:49 WIB

Gelombang Petisi di Car Free Day Udayana, KEPAK NTB Dorong Hakim Tipikor Panggil Gubernur NTB

Berita Terbaru

Foto: Suasana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) perdana di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, tepat di depan Stasiun LRT Jabodebek Rasuna Said. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan ini mulai Minggu (17/5/2026) guna melakukan evaluasi teknis dan penataan fasilitas publik.

Nasional

CFD Rasuna Said Dihentikan Sementara, Ada Apa?

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:51 WIB

Foto: Direktur Eksekutif Visi Indonesia, Rusdiansyah, SH., MH.

Berita

Rakyat Desa Tidak Hidup dari Dolar, Tapi dari Harga Beras

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:54 WIB