SPPG Desa Prako Dikeluhkan Wali Murid, GMPRI Minta BGN Tutup Dapur Nakal

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak di Desa Prako, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), dikeluhkan sejumlah Wali Murid, pasalnya makanan yang di salurkan kepada penerima manfaat (siswa-siswi) diduga realisasinya sangat tidak sesuai.

 

Keluhan tersebut disampaikan seorang wali murid kepada Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) NTB Rindawanto Evendi.

 

Berdasarkan informasi yang diterima Ketua GMPRI NTB yang familiar di sapa Rindhot, bahwa seringkali makanan yang di sajikan oleh SPPG Desa Prako tersebut jauh dari kata layak dan bahkan terbukti dengan poto dan video yang di terimanya.

Baca Juga :  Skandal 343 Dapur Gizi NTB: KNPI Desak Penutupan Permanen dan Seret Vendor ke Ranah Pidana

 

Terhadap informasi tersebut kemudian Rindhot meminta sejumlah alat bukti sebagai bahannya untuk di sampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

 

“Saya minta kepada BGN untuk tutup Dapur-dapur yang hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan nasib anak Bangsa Generasi Emas yang di harapkan Pemerintah kita,”kata Rindhot.

 

Sebelumnya juga kata Rindhot, kami pernah hearing ke DPRD kabupaten Lombok Tengah untuk meminta segera pembentukan Pansus terkait MBG, namun sampai hari ini belum kunjung ditanggapi.

 

“Dalam waktu dekat kami akan kembali suarakan keluhan-keluhan ini didepan gedung yang megah itu, bahkan kami siap bikin tenda sampai suara kami didengar oleh DPRD Loteng yang terhormat,”katanya.

Baca Juga :  Diduga Lindungi Pelaku Cabul, LBH PW GP Ansor NTB Siap Menghadap ke Kejagung dan MA

 

“DPRD Loteng ogah respon tuntutan GMPRI, karena sebagian dari mereka merupakan pemilik Dapur MBG. Namun saya pastikan, kasus ini takkan berhenti kami suarakan hingga terdengar ke telinga Bapak presiden bahwa orang yang seyogyanya mengawasi program pemerintah, namun justru menjadi Mafia di program isi perut generasi Bangsa,”tambah Rindhot

 

Mari kita kawal program pemerintah ini secara bersama, demi terwujudnya Asta Cita Bapak Presiden kita. Tutupnya

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik
KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD
Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur
Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi
Eksekusi SPBU di Lombok Utara Tuai Polemik, Komisi III DPR Diminta Turun Tangan
IMBI Mataram Ultimatum Gubernur NTB: Realisasi Tuntutan atau Aksi Lebih Besar
Aksi HMI-MPO: Gubernur NTB Dinilai Gagal Prioritaskan Kebutuhan Rakyat
Dugaan Sertifikat Palsu Guncang PN Mataram: “Singa Peradilan” Tuntut SP3 Dibuka, Ahli Tegaskan Prapradilan Hanya Uji Formal
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:55 WIB

Gubernur NTB Disarankan Edukasi Diri Sebelum Edukasi Publik

Rabu, 22 April 2026 - 16:57 WIB

KEPAK NTB Demo Kejati, Desak Usut Aktor Kunci Kasus Gratifikasi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 15:01 WIB

Bau Anyir Dana Siluman di NTB: Menanti Nyali Jaksa Memanggil Gubernur

Selasa, 21 April 2026 - 08:57 WIB

Sebar Nomor Telepon Gubernur NTB, Yuni Bourhany Beri Klarifikasi

Senin, 20 April 2026 - 20:56 WIB

Eksekusi SPBU di Lombok Utara Tuai Polemik, Komisi III DPR Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru