SPPG Desa Prako Dikeluhkan Wali Murid, GMPRI Minta BGN Tutup Dapur Nakal

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak di Desa Prako, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), dikeluhkan sejumlah Wali Murid, pasalnya makanan yang di salurkan kepada penerima manfaat (siswa-siswi) diduga realisasinya sangat tidak sesuai.

 

Keluhan tersebut disampaikan seorang wali murid kepada Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) NTB Rindawanto Evendi.

 

Berdasarkan informasi yang diterima Ketua GMPRI NTB yang familiar di sapa Rindhot, bahwa seringkali makanan yang di sajikan oleh SPPG Desa Prako tersebut jauh dari kata layak dan bahkan terbukti dengan poto dan video yang di terimanya.

Baca Juga :  FPP NTB Desak Audit Hukum Pengelolaan MBG, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana Yayasan Anak Yasin

 

Terhadap informasi tersebut kemudian Rindhot meminta sejumlah alat bukti sebagai bahannya untuk di sampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

 

“Saya minta kepada BGN untuk tutup Dapur-dapur yang hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan nasib anak Bangsa Generasi Emas yang di harapkan Pemerintah kita,”kata Rindhot.

 

Sebelumnya juga kata Rindhot, kami pernah hearing ke DPRD kabupaten Lombok Tengah untuk meminta segera pembentukan Pansus terkait MBG, namun sampai hari ini belum kunjung ditanggapi.

 

“Dalam waktu dekat kami akan kembali suarakan keluhan-keluhan ini didepan gedung yang megah itu, bahkan kami siap bikin tenda sampai suara kami didengar oleh DPRD Loteng yang terhormat,”katanya.

Baca Juga :  NTB Institute Dukung Program Prioritas Prabowo-Gibran, Dorong Evaluasi Total Tata Kelola MBG dan Koperasi Desa

 

“DPRD Loteng ogah respon tuntutan GMPRI, karena sebagian dari mereka merupakan pemilik Dapur MBG. Namun saya pastikan, kasus ini takkan berhenti kami suarakan hingga terdengar ke telinga Bapak presiden bahwa orang yang seyogyanya mengawasi program pemerintah, namun justru menjadi Mafia di program isi perut generasi Bangsa,”tambah Rindhot

 

Mari kita kawal program pemerintah ini secara bersama, demi terwujudnya Asta Cita Bapak Presiden kita. Tutupnya

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka, Sita Rp9 Miliar dalam OTT, Apa Sebenarnya Kasusnya?
Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik
Dari Bos Perumda Air Minum ke Kursi Bupati, Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK, Berapa Hartanya?
KPK Konfirmasi OTT Bupati Lombok Barat
OTT KPK Guncang Lombok Barat, Lima Orang Diamankan, Malam Ini Dibawa ke Jakarta
KPK Segel Ruang Kerja Bupati Lombok Barat dan Kepala Dinas PUPRPKP
Falsafah Budaya Jadi Kompas Moral, Pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok Resmi Dilantik
Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:40 WIB

KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka, Sita Rp9 Miliar dalam OTT, Apa Sebenarnya Kasusnya?

Senin, 20 Juli 2026 - 23:30 WIB

Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik

Senin, 20 Juli 2026 - 17:49 WIB

Dari Bos Perumda Air Minum ke Kursi Bupati, Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK, Berapa Hartanya?

Senin, 20 Juli 2026 - 16:37 WIB

KPK Konfirmasi OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 14:50 WIB

OTT KPK Guncang Lombok Barat, Lima Orang Diamankan, Malam Ini Dibawa ke Jakarta

Berita Terbaru

Foto : Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini

Berita

KPK Konfirmasi OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Jul 2026 - 16:37 WIB