Korwil BGN Kayong Utara Diduga Main Ponsel Saat Briefing, Sudaryono Minta Dipindahkan ke Papua

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, saat pengarahan nasional secara daring

Foto: Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, saat pengarahan nasional secara daring

Jejakdata.com | Jakarta, 30 Juli 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kayong Utara, Adi Afrianto, diduga bermain telepon genggam saat mengikuti pengarahan nasional secara daring, viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menghentikan penyampaiannya setelah mengetahui salah seorang peserta diduga tidak memperhatikan jalannya briefing. Ia kemudian meminta Biro SDM BGN mencatat nama peserta tersebut.

Baca Juga :  DPW TMI NTB Serahkan Mandat Pengurus Tiga Kabupaten, Tegaskan Komitmen Bela Petani

Di hadapan seluruh peserta rapat, Sudaryono menyebut nama Adi Afrianto selaku Korwil BGN Kabupaten Kayong Utara dan memerintahkan agar yang bersangkutan dipindahkan ke Papua sebagai bentuk tindakan tegas atas dugaan kurang disiplin saat mengikuti pengarahan.

Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penegakan disiplin di lingkungan Badan Gizi Nasional, sementara sebagian lainnya mempertanyakan mekanisme dan dasar kebijakan pemindahan tersebut.

Baca Juga :  Lagi, Ali BD Diperiksa Terkait Kasus Lahan MXGP Samota Sumbawa

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Adi Afrianto maupun Badan Gizi Nasional mengenai tindak lanjut atas perintah pemindahan tersebut. (JD13)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pelecehan dan Penjarahan di Teka Sire: Polisi Minta Masyarakat Bima-Dompu Tahan Diri
Dari Sabu hingga Barang Bukti yang Dibuang, Pengakuan Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Terungkap
Penganiayaan dan Penjarahan Petani Bima di Dompu: GAKADA BIDOM Minta Kapolda NTB Turun Tangan
Dituduh Tak Transparan Soal Hibah Rp 38 Miliar, Mori Hanafi: KONI Terbuka, Silakan Cek dan Tunjukkan Bukti!
Misteri Pengusutan Hibah Rp 38 Miliar: Menagih Transparansi KONI NTB Era Mori Hanafi
Rusdiansyah Kecam Demo di Kantor Hotman 911, Preseden Buruk bagi Penegakan Hukum
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka, Sita Rp9 Miliar dalam OTT, Apa Sebenarnya Kasusnya?
Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Korwil BGN Kayong Utara Diduga Main Ponsel Saat Briefing, Sudaryono Minta Dipindahkan ke Papua

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:57 WIB

Dugaan Pelecehan dan Penjarahan di Teka Sire: Polisi Minta Masyarakat Bima-Dompu Tahan Diri

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:09 WIB

Dari Sabu hingga Barang Bukti yang Dibuang, Pengakuan Terduga Pembunuh Mahasiswi Unram Terungkap

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:40 WIB

Penganiayaan dan Penjarahan Petani Bima di Dompu: GAKADA BIDOM Minta Kapolda NTB Turun Tangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:50 WIB

Dituduh Tak Transparan Soal Hibah Rp 38 Miliar, Mori Hanafi: KONI Terbuka, Silakan Cek dan Tunjukkan Bukti!

Berita Terbaru