BGN RI Perketat Standarisasi SPPG: Pastikan Makan Bergizi Gratis Aman dan Berkualitas

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LombokFokus|Lombok Barat – Menjawab meningkatnya perhatian publik terkait dugaan kasus keracunan makanan, pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah, Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia bergerak cepat. Melalui Deputi Promosi dan Kerja Sama, BGN RI menyelenggarakan Pelatihan Standarisasi Penyelenggaraan Satuan Penyelenggara Pelayanan Gizi (SPPG) dan Uji Kompetensi bagi penyelenggara SPPG di Pulau Lombok.

Kegiatan itu akan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (6–7 Oktober 2025), di Hotel Merumatta Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 10 SPPG dengan total 40 peserta mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias.

Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN RI, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga SPPG, dalam menjalankan program nasional Makan Bergizi Gratis.

“Pelatihan ini menjadi momentum penting agar penyelenggaraan makan bergizi gratis, tidak hanya dijalankan oleh mereka yang pandai memasak, tetapi juga oleh tenaga yang memahami standar keamanan, kebersihan, dan gizi yang tepat,” ujar Kombes Lalu Iwan.

Baca Juga :  Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Ia juga mengingatkan para peserta, untuk fokus selama pelatihan dan menjadikan kegiatan tersebut, sebagai ruang pembelajaran resmi yang membawa manfaat langsung ke lapangan.

“Saya berharap peserta pelatihan bisa fokus, karena ilmu yang diperoleh di sini akan menentukan kualitas pelayanan gizi di dapur masing-masing,” ucapnya.

Lebih lanjut Sesdep Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN RI sapaan Mamiq Lalu menjelaskan, pelatihan tersebut difokuskan pada tujuh aspek standar utama, yang wajib diterapkan setiap SPPG di seluruh Indonesia, yakni standar Kebersihan dan Sanitasi, standar Keamanan Pangan, standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), standar Operasional Prosedur (SOP), standar Logistik dan Distribusi, standar Gizi dan Menu, dan standar Administrasi dan Pelaporan

Menurutnya, ketujuh standar tersebut akan menjadi acuan nasional dalam penyelenggaraan Program MBG, agar masyarakat khususnya siswa sekolah, mendapatkan asupan yang aman, sehat, dan bergizi seimbang.

“Kami ingin setiap dapur SPPG tidak hanya berfungsi sebagai tempat memasak, tetapi juga sebagai pusat pelayanan gizi yang berstandar tinggi. Ke depan, tenaga penyelenggara SPPG harus memiliki sertifikasi dan kompetensi yang diakui, yang nantinya akan diterbitkan BNSP,” tegas Mamiq Iwan.

Baca Juga :  Tokoh Pesantren Lombok Tengah TGH. Lalu Mala Sar’i: “Jangan Salah Maknai Tradisi Santri dan Kiai

Kegiatan pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku lapangan dalam menyukseskan program prioritas nasional di bidang gizi.

Mamiq Lalu juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak, yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan di Lombok ini.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berkomitmen hadir dan belajar. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah nyata memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut BGN RI menegaskan komitmennya, dalam meningkatkan mutu dan keamanan penyelenggaraan program gizi nasional. Lombok menjadi salah satu titik penting pelaksanaan pelatihan, dengan harapan praktik baik ini dapat menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia.(djr)

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai
Rusdiansyah: Klaim Refly Harun Soal “Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah” Distorsi Pertimbangan MK
Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda
Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen
Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya
Purbaya Tumbang dari Kursi Menkeu, Prabowo Tunjuk Suahasil, Ada Apa?
BPKN Minta Tata Kelola Pelayaran Dievaluasi Total Pasca-Kecelakaan KMP Virgo Transport 8
BLU Energi, Langkah Strategis Pemerintah Memperbaiki Tata Kelola Energi Primer
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: 75% Publik Tertekan Kebijakan, Mayoritas Ahli Nilai Kepemimpinan Belum Memadai

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Rusdiansyah: Klaim Refly Harun Soal “Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah” Distorsi Pertimbangan MK

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pucuk Pimpinan Polda Bergeser: Dadang ke Metro, Dekananto ke Jatim, Wakapolda Metro Naik ke Kursi Kapolda

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Gerbong Besar di Mabes Polri Bergerak, Suyudi Rombak 14 PJU dan Mutasi 88 Pati-Pamen

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Direktur Eksekutif Visi Indonesia: Suyudi Ario Seto Harus Jadikan Reformasi Polri sebagai Legacy Kepemimpinannya

Berita Terbaru