Tokoh Pesantren Lombok Tengah TGH. Lalu Mala Sar’i: “Jangan Salah Maknai Tradisi Santri dan Kiai

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TGH. Mala Sar'i. (Dok.ist)

TGH. Mala Sar'i. (Dok.ist)

Lombok Tengah, Lombok Fokus — Program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 pada 13 Oktober 2025 menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, khususnya komunitas pesantren. Tayangan tersebut menyoroti kehidupan pondok pesantren dan sosok KH Anwar Manshur, pendiri Pesantren Hidayatul Mubtadiat Kompleks Lirboyo, dengan narasi yang dinilai tidak proporsional dan bernada negatif.

Sejumlah potongan video dalam program itu menampilkan tradisi penghormatan santri kepada kiai yang sejatinya merupakan bagian dari adab dan budaya pesantren namun justru disorot secara keliru dan dianggap sebagai bentuk eksploitasi anak serta feodalisme.

Tokoh pesantren Lombok Tengah, TGH. Lalu Mala Sar’i, yang juga cucu Datoq Lopan sekaligus figur Nahdlatul Ulama (NU) Lombok Tengah, menyatakan keprihatinan dan kekecewaan mendalam atas cara tayangan tersebut menggambarkan dunia pesantren.

Baca Juga :  GMPPA Endus Dugaan Monopoli Paket Proyek APBN Oleh Salah Satu Kontraktor di NTB

“Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren, saya mengecam pemberitaan yang menilai pesantren sebagai tempat eksploitasi atau praktik feodalisme. Pandangan seperti itu jelas keliru dan menyesatkan,” tegasnya di Praya, Rabu (15/10/2025).

Menurut TGH Mala Sar’i, kehidupan di pesantren dibangun atas dasar cinta, penghormatan, dan pengabdian santri kepada guru dan kiai, bukan paksaan atau tekanan sebagaimana yang tergambar dalam tayangan tersebut.

“Apa yang kami lakukan di pesantren adalah refleksi dari rasa hormat dan ketulusan. Itu bagian dari pendidikan moral dan akhlak, bukan penindasan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, tradisi pesantren sudah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter bangsa. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat luar agar tidak mudah menilai tanpa memahami nilai-nilai spiritual yang hidup di pesantren.

Baca Juga :  PKS Soroti Ruas Jalan Gelap, Tumpukan Sampah, dan Ribetnya Pembelian BBM di Lombok Tengah

“Bagi mereka yang tidak memahami suasana kebatinan dunia pesantren, sebaiknya tidak sembarangan berkomentar miring terhadap guru dan kiai. Pesantren adalah lembaga yang menanamkan cinta, kesederhanaan, dan keikhlasan,” sambungnya.

TGH Mala Sar’i juga berharap pihak Trans7 dapat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka atas tayangan tersebut. Ia menilai media seharusnya menjadi alat pendidikan publik yang mencerdaskan, bukan justru memperkeruh pemahaman masyarakat terhadap lembaga keagamaan.

“Media harusnya berperan sebagai sarana edukasi dan perekat bangsa, bukan pembuat stigma negatif terhadap pesantren yang selama ini menjadi benteng moral negeri ini,” tutupnya.

 

Follow WhatsApp Channel jejakdata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Outlet Penjual Soto Kopro Terbakar di Pasar Modern Sinpasa Serpong
BLU Energi, Langkah Strategis Pemerintah Memperbaiki Tata Kelola Energi Primer
Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun
Budi Arie Minta Maaf Setelah Bicara Pemilu Lebih Cepat dari 2029, Tegaskan Bukan Sinyal Jokowi
Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah
Polemik Revitalisasi PAUD Rp1,1 Miliar di Dompu, Lokasi Bangunan Dipersoalkan
Terganjal Anggaran Pusat, Pembangunan Gedung Baru DPRD NTB Bakal Terlambat?
Kejati NTB Banding Putusan Bebas Tiga Anggota DPRD, Padahal KUHAP Baru Larang Upaya Hukum?
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:39 WIB

Outlet Penjual Soto Kopro Terbakar di Pasar Modern Sinpasa Serpong

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:03 WIB

BLU Energi, Langkah Strategis Pemerintah Memperbaiki Tata Kelola Energi Primer

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Jejak Rp1,1 Miliar Revitalisasi PAUD KB AMBI Dompu Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Lokasi Bangunan dan Izin Operasional Tak Sebangun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Budi Arie Minta Maaf Setelah Bicara Pemilu Lebih Cepat dari 2029, Tegaskan Bukan Sinyal Jokowi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:17 WIB

Kebakaran Besar Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah

Berita Terbaru