Mataram, Jejakdata.com – Minggu, 2 Agustus 2026. Fenomena judi online (judol) di Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memprihatinkan. Bukannya mereda, praktik haram digital ini makin merambah hingga ke kalangan anak di bawah umur tanpa mengenal ruang dan waktu.
Terbaru, sebuah pemandangan tak biasa sekaligus mengelitik terekam kamera warga di kawasan Jalan Lingkar Kota Mataram. Tiga remaja yang diperkirakan masih berstatus siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpantau melintas menggunakan satu unit sepeda motor secara berboncengan tiga (cenglu).
Namun, perhatian warga bukan hanya tersita oleh aksi pelanggaran lalu lintas tersebut. Salah satu remaja yang duduk di posisi paling belakang kedapatan sedang asyik memutar mesin judi slot melalui layar ponsel pintar miliknya.
Di tengah hembusan angin dan bisingnya arus lalu lintas di Jalan Lingkar Mataram, remaja tersebut tampak begitu fokus menatap layar smartphone. Namun, dari gerak-geriknya, ia terlihat sangat canggung dan diliputi rasa cemas.
Beberapa kali ia tampak menoleh ke kiri dan kanan, mengawasi pengendara lain di sekitarnya. Remaja itu seolah ingin memastikan aksi nekatnya bermain judi online tidak diketahui oleh orang lain atau dipotret oleh warga.
”Mereka berboncengan tiga, yang paling belakang asyik main slot di atas motor yang sedang berjalan. Gerak-geriknya canggung, sebentar-sebentar nengok kiri-kanan lihat pengendara lain, takut kelihatan mungkin,” ujar salah satu saksi mata di lokasi.
Potret singkat di Jalan Lingkar Kota Mataram ini menjadi bukti nyata betapa judi online telah merusak konsentrasi dan ruang aman generasi muda. Kehadiran aplikasi judi slot di perangkat seluler membuat pelakunya bahkan anak di bawah umur mengalami kecanduan hingga abai terhadap keselamatan diri di jalan raya.
Fenomena maraknya judol di NTB ini memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak. Tidak hanya tindakan tegas dari aparat kepolisian dan pemerintah daerah, tetapi juga pengawasan ketat dari orang tua serta pihak sekolah.
Jika dibiarkan, kemudahan akses teknologi yang salah guna ini tidak hanya merusak masa depan anak-anak secara finansial dan mental, tetapi juga membahayakan nyawa mereka saat berkendara di jalan raya.(JD09)






![Abdul Hakim, Sekretaris PIMDA PKN NTB, hadir dalam sebuah acara di Mataram. PKN NTB menyambut positif pelantikan pengurus baru DPD Partai Hanura NTB 2025-2030, seraya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi politik daerah. [Foto: JD09]](https://jejakdata.com/wp-content/uploads/2026/08/20260801_154137-225x129.jpg)


